Berita Otomotif

Mengenal Uji Emisi, Simak Manfaat dan Syarat Lolosnya

Uji emisi merupakan istilah yang saat ini baru diperkenalkan oleh pemerintah kepada masyarakat Indonesia terkait dengan pengecekan kondisi kendaraan. Setiap kendaraan khususnya mobil perlu dilakukan pengujian ini untuk mengetahui kondisi dan performa mesin kendaraan. Pengujian ini juga perlu dilakukan karena berkaitan dengan dampak lingkungan hidup dan kondisi dari kendaraan itu sendiri.

Karena istilah uji emisi masih kurang dipahami oleh masyarakat banyak, maka berikut kita rangkum secara lengkap mengenai uji emisi ini. Termasuk dengen manfaat dan juga ketentuannya dalam menjalani proses uji emisi. Simak ulasan lengkapnya di bawah ini.

Pengertian Uji Emisi

Uji emisi adalah sebuah upaya untuk melakukan pengujian kepada kendaraan agar mendapat hasil mengenaik kinerja mesin melalui monitor khusus. Cara ini dilakukan juga untuk mengetahui tingkat efisiensi pembakaran di dalam mesin. Uji emisi memiliki ketentuan khusus untuk beberapa jenis kendaraan agar bisa lulus sesuai dengan standarnya.

Kelulusan dari uji emisi ini tentu akan memberi dampak yang positif bagi lingkuangan sekitar ataupun kesehatan pada kendaraan kesayangan. Melalui uji emisi ini, maka ada beberapa poin yang cukup penting terkait dengan kondisi kendaraan bisa diketahui. Contohnya adalah seperti kondisi injektor, kadar gas buang mesin, hingga kadar sisa gas buang dari knalpot kendaraan. Lalu, apa saja manfaat dari uji emisi ini?

Manfaat Uji Emisi untuk Kendaraan

Seperti yang sudah dijelaskan pada beberap paragraf sebelumya, uji emisi ini akan memberi dampak positif di beberapa sektor atau aspek. Salah satunya adalah kepada lingkungan sekitar. Dengan menjani uji emisi ini, maka akan diketahui kadar buangan dari hasil pembakaran mesin yang tentu bisa berpengaruh terhadap lingkungan.

Apabila kadar yang dihasilkan dari pembuangan mesin memiliki jumlah yang melebihi batas maksimal, maka itu tandanya kendaraan sedang dalam kondisi yang tidak sehat. Bisa dikatakan uji emisi merupakan cara pengujian pada kendaraan yang bermanfaat untuk mengetahui apakah kendaraan yang kita miliki dalam kondisi sehat atau tidak.

Ketika kondisi kendaraan sudah terdeteksi, maka pemilik kendaraan bisa mengambil keputusan untuk melakukan upaya yang tepat melakukan perawatan pada kendaraannya. Kondisi kendaraan ini juga perlu dijaga agar lingkungan bisa bertahan dengan baik karena gas buang yang dihasilkan kendaraan tidak menyebabkan polusi yang lebih besar dari batas maksimal.

Syarat Lolos Uji Emisi

Uji emisi kendaraan yang ada saat ini memiliki standar kriteris tersendiri yang wajib dipenuhi oleh kendaraan untuk kelulusannya. Syarat lolos uji emisi sendiri tentu berbeda-beda tergantung dari tipe dan jenis kendaraannya. Ada beberapa jenis kategori yang digunakan untuk proses pengujian.

Seperti yang sudah tercantum pada Peraturan Gubernur DKI Jakarta terkait syarat lulus uji emisi, setidaknya untuk lolos uji emisi dibagi menjadi beberapa jenis kategori. Setiap kategori ini memiliki nilai standarnya tersendiri.

Untuk mobil dengan bahan bakar bensin, dibagi ke dalam dua kategori khusus, yaitu mobil dengan tahun produksi di bawah 2007 dan di atas 2007. Untuk mobil keluaran di bawah tahun 2007, wajib memiliki kadar CO2 di bawah 3%, sedangan untuk mobil produksi di atas tahun 2007 kadar CO2 tidak boleh lebih dari 1,5%.

Kategori kendaraan lain juga berlaku untuk mobil diesel dengan bobot kendaraan 3,5 ton. Jenis mobil diesel ini juga dibagi lagi berdasarkan dengan tahun produksi di atas dan di bawah 2010. Untuk mobil diesel keluaran di atas tahun 2010 maka wajib memiliki kadar opasitas 40%, sedangkan mobil yang di bawah 2010 kadar opasitasnya tidak boleh lebih dari 50%.

Dari mobil, mari kita pindah ke motor. Untuk kategori motor produksi di bawah tahun 2010, dibedakan lagi menjadi 2 tak dan 4 tak. Untuk motor 2 tak tidak boleh memiliki kadar HC di atas 12.000 ppm, sedangkan untuk motor 4 tak harus memiliki kadar HC 2400 ppm.

Untuk usia motor di atas tahun 2010 memiliki aturan yang berbeda. Motor di atas 2010 dengan jenis 2 tak ataupun 4 tah, CO nya tidak boleh melebihi 4,5% dan HC tidak boleh lebih dari 2000 ppm.

Ketentuan Ambang Batas Emisi

Ketentuan dari ambang batas emisi ini ditentukan oleh beberapa jenis karegori. Beberapa kategori ini tentu saling berkaitan dengan beberapa aspek yang sangat erat dengan proses pembakaran di dalam mesin. Kategori ini juga dikelompokkan dengan memiliki standar dalam aspek senyawa hasil dari pembakaran.

Senyawa yang dikeluarkan oleh kendaraan merupakan bahan indikator kesesuaian dari jumlah emisi dengan hasil kerja mesin. Beberapa daftar senyawa di dalam mesin yang dijadikan aspek pada uji emisi adalah sebagai berikut.

1. CO

Co merupakan senyawa yang biasa disebut sebagai karbon monoksida. Senyawa ini akan muncul apabila kendaraan bermotor sudah melakukan proses pembakaran padamesin. Jenis senyama karbon monoksida dikeluarkan seacara langsung oleh kendaraan melalui komponen pembuangan yaitu knalpot.

Dalam uji emisi ini, karbon monoksida akan memberikan indikator untuk nilai efisiensi pembakaran. Pembakaran yang sedang terjadi di dalam silinder akan mengeluarkan gas buang yang berupa karbon monoksida. Selanjutnya kadar dari karbon monoksida ini memiliki ambang batas pada uji emisi. Apabila kendaraan mengeluarkan karbon monoksida dengan jumlah berlebih pada kendaraan, maka artinya ada bagian yang perlu diperbaiki di dalamnya. Biasanya, kondisi ini timbul dikarenakan adanya kerusakan pada injektor atau karbuarator mesin kendaraan.

2. CO2

Senyawa selanjutnya yang menjadi indikator dalam pengujian emisi ini adalah CO2 atau biasa disebut sebagai karbondioksida. Jenis senyawa ini merupakan salah satu hasil dari pembakaran yang wajib dibuang. Gas buang yang merupakan karbondioksida ini adalah senyawa pada kendaraan yang perlu diuji pada proses uji emisi.

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, terdapat batas maksimal untuk sebuah kendaraan yang tidak boleh dilewati dalam pengujian. Termasuk senyawa karbondiosida ini. Ketika indikator menunjukan karbondioksida yang dihasilkan oleh kendaraan melebihi batas maksimal yang ditentukan, maka ini artinya ada beberapa bagian yang sudah di dalam sebuah mesin. Hasil pembakaran kemungkinan berupa campuran udara dan bahan bakar pada mesin yang tidak dalam kondisi benar.

3. O2

Selain dua senyawa yang lain, oksigen juga merupakan salah satu senyawa yang ikut terbawa keluar dengan gas buangan. Adanya oksigen ini memungkinkan terjadi sebuah pembakaran, hal ini dikarenakan oksigen memiliki sifat yang mampu menimbulkan kalor. Oksigen pada emisi merupakan salah satu sisa gas buang dari mesin kendaraan.

Nilai kadar oksigen juga tidak boleh melebihi dari batas maksimal agar kendaraan bisa lolos uji emisi. Apabila saat pengujian ditemukan kadar oksigen yang keluar melebihi batas maksimal yang sudah ditentukan, berarti ada beberapa komponen di dalam mesin yang perlu diperbaiki.

Komponen mesin ini perlu dilakukan pengecekan ulang melalui bengkel terdekat untuk mengetahui bagian mana yang tidak bekerja secara maksimal sehingga pembuangan gas oksigen tidak efektif. Biasanya, komponen yang berperan utama dalam hal ini adalah bagian mesin yang bekerja di dalam sistem exhaust pada kendaraan. Jadi, apabila hasil pembuangan bermasalah, maka ada yang tidak beres atau kerusakan pada sistem exhaust alias knalpot.

4. HC

HC adalah kadar emisi yang juga ikut muncul dari hasil pembakaran mesin. Data kadar HC biasanya terjadi di dalam bilangan dengan satuan ppm. HC sendiri merupakan jenis indikator yang mengidentifikasi bahan bakar yang terbuang dari knalpot. Hal ini secara langsung merujuk kepada hasil dari pembakaran mesin yang berupa gas.

Apabila jumlah HC yang keluar melebihi dari batas maksimal yang sudah ditentukan, maka bagian atau komponen di sistem pengapian alias kompresi mesin perlu dilakukan perbaikan segera. Hal ini bisa terdeteksi dengan sangat mudah karena senyawa HC keluar dari satu sumber saja.

Artikel Terbaru

Begini Penyebab Kecelakaan Maut Di Balikpapan

Kecelakaan di Balikpapan. Akhir-akhir ini, kita sedang dihebohkan oleh berita mengenai kecelakaan maut yang terjadi di… Selengkapnya

28 Januari 2022

Cara Merawat Ban Mobil Agar Lebih Awet

Merawat Ban Mobil- Ban merupakan komponen terpenting untuk semua jenis kendaraan khususnya mobil. Bocornya ban… Selengkapnya

28 Januari 2022

Jual Aksesoris Mobil Terbaik & Berkualitas

Aksesoris Mobil. Bagi kamu yang memiliki kendaraan mobil dan suka berpergian jauh. Kamu wajib membeli… Selengkapnya

27 Januari 2022

Cara Membedakan Velg Original dan Replika

Velg Original - Bagi kamu pecinta otomotif, melakukan modifikasi kendaraan merupakan suatu kegemaran atau bahkan… Selengkapnya

27 Januari 2022

Tips Modifikasi Velg Mobil Agar Terlihat Keren

Tips Modifikasi Velg Mobil - Bagi kamu yang mempunyai kendaraan mobil. Kamu harus memperhatikan velg… Selengkapnya

26 Januari 2022

Jual Ban Mobil Terdekat di Jakarta Timur

Ban Mobil- Memiliki ban mobil yang berkualitas merupakan impian semua orang yang memiliki kendaraan mobil.… Selengkapnya

26 Januari 2022