Berita Otomotif

Piggyback vs ECU Standalone, Lebih Baik Yang Mana?

Piggyback dan ECU Standalone merupakan komponen untuk meningkatkan performa mobil injeksi. Lantas, apa saja perbedaan piggyback vs ECU Standalone? Piggyback merupakan alat tambahan yang tetap membutuhkan ECU standar untuk mengatur mesin mobil. Fungsinya untuk manipulasi data ECU agar bisa beroperasi setelah mesin mengalami modifikasi.

Secara umum cara kerja piggyback dibedakan menjadi dua macam, yaitu piggyback untuk manipulasi info dari sensor yang masuk ke ECU dan piggyback untuk manipulasi perintah ECU yang mengarah ke injektor. Cara pertama hampir mirip dengan open looper, yaitu membuat semprotan bensin pada injektor agar dapat bertambah secara merata di seluruh RPM.

Sedangkan untuk cara kedua lebih detail lagi daripada cara pertama. Cara kerja kedua mampu memperbaiki kekurangan cara kerja pertama pada bagian Fuel Controler. Karena cara kedua telah mengubah jumlah semprotan bensin pada injektor yang telah terbagi menjadi 3 daerah, yaitu putaran mesin rendah, putaran mesin menengah, dan putaran mesin atas. Artinya bahwa setup akan kebutuhan bensin di ruang bakar akan lebih sesuai.

Akan tetapi, untuk pemasangan Fuel Controler pada mesin mobil injeksi wajib dikombinasikan dengan open looper. Memakai piggyback pada mobil injeksi memang mampu meningkatkan performa mobil. Namun, kemampuan piggyback tidak secanggih ECU Standalone karena piggyback hanya mampu menipu kerja ECU saja.

Baca Juga: Fungsi Piggyback dan Cara Kerjanya pada Mobil Konvensional

ECU Standalone

Cara kerja ECU Standalone sama seperti cara kerja ECU standar. Akan tetapi, pengaturannya bisa diubah sesuai dengan perubahan yang terjadi pada mesin. ECU Standalone terdiri dari dua jenis, yaitu close loop dan open loop. Cara kerja close loop mirip dengan cara kerja Standalone standar. Sementara untuk open loop, cara kerjanya wide band, artinya mempunyai banyak variasi setelan.

Ecu Standalone memiliki beberapa fungsi, seperti mengatur debit BBM, limiter, fuel acccelationinjector timing, RPM stasioner, sampai pemundur waktu pengapian saat mesin overheat. Namun untuk memasang ECU Standalone membutuhkan keahlian dalam mengatur ECU karena salah pengaturan saja akan membuat mesin mobil menjadi tidak nyaman digunakan. Hal inilah yang menjadi kelemahan apabila kamu menggunakan ECU Standalone. Selain itu, harga ECU standalone lebih mahal daripada harga piggyback.

Nah, sekarang kamu sudah mengerti perbedaan piggyback vs standalone. Jadi, lebih baik menggunakan piggyback atau ECU standalone?

Artikel Terbaru

6 Cara Beli Mobil Online Yang Perlu Kamu Tahu

Seiring berkembangnya teknologi, membeli mobil sudah dapat dilakukan secara online. Pembeli tidak perlu datang langsung… Selengkapnya

6 Juli 2022

5 Perbedaan Oli Motor dan Mobil, Simak Ya!

Pada dunia otomotif, oli mobil dan motor seringkali disamakan. Padahal kedua zat cair tersebut jelas-jelas… Selengkapnya

5 Juli 2022

5 Penyebab Mobil Terbakar Saat Parkir

Penyebab mobil terbakar terdiri dari berbagai faktor. Salah satu penyebabnya karena korsleting listrik. Misalnya karena… Selengkapnya

5 Juli 2022

Gimana Sih Tips Memilih Ban Mobil Agar Awet & Nyaman?

Tips memilih ban mobil yang sesuai dengan jenis kendaraan merupakan sesuatu yang penting. Hal ini… Selengkapnya

4 Juli 2022

Kenapa Harus Mengisi Tekanan Angin Ban Mobil Pakai Nitrogen?

Ban mobil memiliki peranan yang penting dalam mengontrol laju kendaraan. Oleh karenanya, penting sekali untuk… Selengkapnya

4 Juli 2022

Ini Dia 4 Varian Mobil Tesla di Indonesia

Tesla merupakan salah satu perusahaan otomotif yang mengalami perkembangan paling pesat. Meski berdiri pada tahun… Selengkapnya

1 Juli 2022