Dinamo Ampere Mobil Bermasalah, Ciri & Cara Mengatasinya

Dinamo ampere (Alternator) merupakan komponen pembangkit energi listrik pada mobil. Energi listrik tersebut kemudian disalurkan ke bagian aki mobil. Artinya, aki mendapatkan daya listrik dari dinamo ampere. Sebenarnya, dinamo ampere berfungsi sebagai generator yang menghasilkan arus listrik alternating current (AC) sekaligus mengubahnya menjadi arus direct current (DC).

Jika ampere pada mobil dinamo mengalami kerusakan, akibatnya mesin mobil akan sulit distarter. Sebab, umumnya alternator jarang mengalami kerusakan, kecuali masa pakainya memang telah habis atau mengalami keausan. Selain itu, alternator dapat rusak jika beban listrik di mobil lebih besar daripada kapasitas maksimal. Biasanya, dinamo ampere memiliki kapasitas pabrikan sekitar 40-60 ampere dengan pemakaian wajar yang dapat bertahan hingga 6 tahun. Namun, nyatanya ada pemicu lainnya yang dapat meyebabkan aki mobil bermasalah. Simak penjelasannya di bawah ini.

Apa Ciri Dinamo Ampere Mobil Bermasalah?

Dinamo ampere yang bermaslah biasanya dapat dideteksi dengan beberapa tanda yang bisa kamu ketahui secara sederhana. Berikut ciri-cirinya di bawah ini

  • Indikator aki menyala, tanda ini artinya aki tidak dapat menghasilkan listrik.
  • Jika aki mobil tidak bermasalah, namun mesin mobil tidak bisa distarter artinya terdapat kekurangan tegangan output yang dihasilkan. Hal ini juga bisa terjadi akibat tegangan alternator ngedrop saat dilakukan pengisian.
  • Terdapat bunyi atau suara bising akibat bearing alternator mengalami kerusakan.
  • Lampu utama (lampu utama) tiba-tiba meredup saat berkendara di malam hari. Hal ini disebabkan akibat suplai listrik dari alternator sudah melemah atau kecil, sehingga sorot cahaya yang dihasilkan kurang.
  • Overchange, hal ini membuat aki menjadi lebih cepat panas sehingga air dalam aki ikut mendidih. Biasanya, nyala

Cara Mengatasi Dinamo Amper Mobil Bermasalah

Dinamo ampere bermasalah bisa diatasi dengan cara melakukan pengecekan fisik pada bagian alternator terlebih dahulu. Hal ini dilakukan untuk memastikan bagian alternator mana yang mengalami masalah.

Pertama, pastikan kamu mengecek bagian bearing alternator sebagai proses awal dengan cara memutar bagian puller pada bagian alternator secara manual menggunakan tangan maupun dengan bantuan alat dengan dinamo tester.

Kemudian, lakukan pembongkaran di bagian komponen alternator secara benar dan berhati-hati. Setelah itu baru bersihkan alternator setelah berhasil dibongkar. Terakhir, lakukan proses pengukuran serta pemeriksaan pada komponen alternator. Bagian tersebut meliputi pemeriksaan bearing, brush, dan slip ring. Kamu bisa merakit ulang dianmo amper dan melakukan uji coba menggunakan dinamo tester atau langsung pada kendaraan.

Selamat Anda Beruntung Mendapatkan Promo Terbaru dari HSR WheelAyo Langsung Isi Formulir Berikut Ini
WeCreativez WhatsApp Support
Customer Service Kami siap membantu Anda. Tanyakan pada kami apa saja tentang velg dan ban mobil.
Selamat datang Bapak/Ibu. Ada yang bisa dibantu / ditanyakan?