Begini Cara Menghitung Denda Bayar Pajak Mobil

Denda bayar pajak mobil merupakan biaya yang wajib dibayarkan oleh setiap pemilik kendaraan yang lewat dari jatuh tempo pembayaran yang telah ditentukan. Sebab, setiap tahunnya pajak kendaraan harus di perpanjang agar mobil yang kamu gunakan legal saat dikendarai di jalanan.

Besaran denda pajak mobil yang harus dibayar setiap kendaraan tentu berbeda-beda, tergantung dari berapa kali telat membayar pajak. Sebagai pengendara yang baik, kamu pasti tidak akan membiarkan pajak mobil kamu tidak terurus kan? Oleh sebab itu, sebelum pajak mobil kamu mati, sebaiknya ketahui dulu perhitungan denda Pajak Kendaraam Bermotor (PKB).

Bagaimana Perhitungan Denda Bayar Pajak Mobil?

Pajak yang telat dibayarkan akan menyebabkan pemilik mobil harus membayar denda. Hal ini telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 Tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Artinya pajak kendaraan bermotor hukumnya wajib dibayarkan setiap tahun.

Nominal atau besaran pajak kendaraan bermotor yang harus kamu bayar setiap tahunnya tercantum pada STNK. Selain besaran pajak, tercantum juga Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ).

Jumlah uang Pajak Kendaraan Bermotor yang harus dibayar pemilik kendaraan tertera pada STNK. Selain jumlah pajak yang harus dibayar, pada STNK juga tertulis nilai Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ). SWDKLLJ ini besarannya juga dibedakan berdasarkan jenis kendaraan. Khusus untuk kendaraan roda empat senilai Rp 100.000.

Saat kamu telat membayar pajak satu hari saja, maka akan dihitung denda keterlambatan satu bulan. Sedangkan saat kamu mengalami keterlambatan membayar pajak beberapa bulan perhitungannya menjadi jumlah bulan terlambat dibagi 12 bulan dikali 25% ditambah denda SWDKLLJ.

Jadi, perhitungan sederhananya jika kamu terlambat membayar 6 bulan, maka (PKB x 25%x6/12 + denda SWDKLLJ). Misalnya jumlah PKB yang ada di STNK mobil kamu Rp 364.200 dan SWDKLLJ Rp. 243.000. Perhitungannya menjadi Rp364.200+ Rp243.000×25% x6/12 = Rp 394.575.

Sehingga jumlah yang harus kamu bayar adalah Rp 364.200 + Rp 243.000+ Rp. 394.575 =  Rp 1.001.775.

Jadi, sudah paham kan sekarang? Begitu lah cara perhitungan denda pajak mobil yang harus kamu ketahui. Hal ini penting kamu ketahui agar mengetahui berapa besaran dana yang harus dibayarkan.  

Pos Terbaru

Kelebihan dan Kekurangan Mobil Sigra

Daihatsu Sigra adalah mobil MPV yang pertama kali diluncurkan pada GIIAS 2016 lalu. Kehadirannya dengan… Read More

7 jam lalu

Kelebihan dan Kekurangan Mobil Matic

Kelebihan dan Kekurangan Mobil Matic - Mobil matic adalah mobil yang saat ini sedang banyak… Read More

8 jam lalu

3 Tips Merawat Bodi Mobil Selama PSBB

Tips Merawat Bodi Mobil - Pada tanggal 14 September 2020 kemarin, Pemerintah DKI Jakarta kembali… Read More

1 hari lalu

Kelebihan dan kekurangan Mobil Espass

Kelebihan dan kekurangan Mobil Espass - Mobil Daihatsu Espass ini adalah mobil yang masuk dalam… Read More

1 minggu lalu

Kenapa Ban Mobil Berisik Ketika Berbelok?

Ban Mobil Berisik - Pernahkah kamu ketika berkendara menggunakan mobil kesayangan tiba-tiba mobil kamu mengeluarkan… Read More

1 minggu lalu

Kelebihan dan Kekurangan Mobil Listrik di Tahun 2020

Kelebihan dan Kekurangan Mobil Listrik - Seperti yang kita ketahui, dengan seiring perkembangan jaman yang… Read More

1 minggu lalu